Nama : Andka Bayu Pratama
NPM : 50412778
Kelas : 3IA25
Tugas Softskill 1
Pengantar Teknologi Game
1. Pengertian Game
Pengertian game pada umumnya berarti aktifitas yang
bisa berupa tindakan nyata ataupun tindakan di dalam suatu sistem atau aplikasi
yang dapat membawa kesenangan/hiburan bagi penggunanya. Dimana hiburan yang
didapat tetap mempunyai aturan dan target. Namun Menurut wikipedia (http://en.wikipedia.org), game adalah
aktifitas yang melibatkan satu atau lebih pemain. Game dapat pula diartikan
sebagai tujuan yang ingin dicapai pemain atau sekumpulan aturan yang menandakan
apa yang dilakukan pemain dan yang tidak dapat dilakukan. Game dimainkan
terutama untuk hiburan,kesenangan,tetapi dapat juga berfungsi sebagai sarana
latihan,pendidikan
dan simulasi.
2. Perkembangan Game
Pada era modern seperti ini game sudah banyak berbagai
jenis dimainkan, mulai dari mobile phone, PC, laptop, ataupun playstation,
XBOX, dan lain-lain. Namun, game itu sendiri muncul pada generasi pertama awal
1972 dan hingga saat ini generasi ketujuh. Perkembangan game seperti dibawah
ini :
a. Generasi Pertama
1972, pada saat itu orang belum mengenal konsol atau
game komputer, yang mereka tahu adalah video game, yaitu sebuah permainan
elektronik yang menampilkan gambar bergerak (video). Sebuah perusahaan bernama
Magnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey. Magnavox Odyssey,
konsol game pertama di dunia mengoperasikan Pong. Tidak lama setelah itu sebuah
game arcade legendaris Atari berjudul “Pong” muncul. Pong merupakan sebuah game
sederhana yang mengambil konsep permainan tenis, satu bola dan 2 papan di kiri
dan kanan, pemain sebisa mungkin harus berusaha mengembalikan bola ke daerah
lawan. Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin ding dong bernama Sears.
1975, Magnavox menyerah dan menghentikan produksi
Odyssey. Sebagai gantinya, mereka mengikuti jejak Atari, memproduksi mesin ding
dong bernama Odyssey 100, yang khusus menyajikan game Pong.
b. Generasi Kedua
1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia
video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin
pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang
disebut cartridge. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen
lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga
merilis konsol serupa. Fairchild VES, pertama di dunia yang menggunakan media
cartridge.
1977, dunia konsol menjadi tidak populer, game-game
yang ada tidak berhasil menarik minat. Fairchild dan RCA mengalami
kebangkrutan. Praktis, hanya ada Atari dan Magnavox yang masih bertahan di dunia
video game.
1978, Magnavox meluncurkan Odyssey 2, seperti halnya
Odyssey pertama, konsol ini pun gagal menjadi hit. Tak lama berselang, Atari
meluncurkan konsol legendaris, Atari 2600, yang terkenal dengan game Space
Invaders-nya
1980, berbagai produsen konsol muncul, dan mereka
mengambil Atari 2600 sebagai konsep dasar, perkembangan dunia game pun semakin
pesat.
1983, dunia video game kembali ambruk. Game-game
yang kurang kreatif membuat konsol kembali mendapat sambutan dingin, apalagi,
PC saat itu menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang
konsol video game, selain untuk bermain, PC juga produktif untuk bekerja.
Game-game komputer (PC Game) semakin berkembang pesat, hingga saat ini. Pelopor
PC ber-game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus personal computer
yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki kapasitas memori jauh
lebih baik dari konsol videogame model apa pun. Atari 2600, sempat hit tahun
80-an. Memiliki “adik” bernama Atari 2600 Jr.
c. Generasi Ketiga
1983, perusahaan bernama Famicom (Jepang)
menciptakan gebrakan baru, sebuah konsol bernama Famicom/Nintendo Entertainment
System (NES) dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi
resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Setelah mendapat sambutan hangat di
Jepang, Famicom memperluas pemasarannya ke Amerika, yang dikenal dengan NES
(Nintendo Entertainment System). Nintendo memiliki chip pengaman pada cartridge
game mereka, dengan demikian seluruh game yang akan dirilis haruslah seijin developer
Nintendo. Dan akhirnya, muncul sebuah game legendaris, Super Mario Brothers,
yang dibintangi karakter fenomenal yang tetap eksis hingga kini, Mario. Famicom
dari Nintendo, berhasil merajai pasar videogame di era generasi ketiga.
d. Generasi Keempat
1988, NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia,
dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Sega merilis
konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega
Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih
halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES
tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi.
1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol
next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun,
Nintendo dan Sega menjadi bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK
dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi kedua
konsol mereka begitu handal dan populer.
Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario
Brothers sebagai ikonnya melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai
ikonnya.
e. Generasi Kelima
1990-1994, Sega dan Nintendo tetap bersaing.
Berbagai game fenomenal dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge
mereka, dan Sega menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk
meningkatkan kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu
dengan game-game keren seperti Donky Kong Country (SNES) dan Vectorman (Sega).
1993, sebuah perusahaan ternama, Panasonic, merilis
konsolnya yang bernama Panasonic 3DO. Ini adalah konsol pertama yang
menggunakan CD sebagai pengganti cartridge. Harganya yang sangat mahal membuat
konsol ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan
produksinya.
Panasonic 3DO, konsol game pertama yang menggunakan
media CD.
1994, Atari kembali meluncurkan konsol baru untuk
menandingi Nintendo dan Sega. Atari Jaguar jelas jauh lebih canggih ketimbang
NES maupun Mega Drive, tetapi penggunaannya yang sulit menjadi batu sandungan,
belum lagi, pada tahun yang sama, Sony merilis konsol super legendaris,
PlayStation. Atari bangkrut dan akhirnya melakukan merger. Konsol basis CD yang
pertama kali menuai sukses adalah Sony PlayStation. Konsol Jepang ini segera
mendapat sambutan hangat, dan hingga saat ini, PlayStation sudah terjual
ratusan juta unit. PlayStation yang juga disebut PS-One merupakan konsol
terlaris sepanjang masa. Sega dan Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan
mereka dari Sony. Sega kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan
Nintendo 64.
f. Generasi Keenam
1998, Setelah jatuhnya Nintendo dan Sega, kini dunia
konsol jadi milik Sony. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang tidak
memiliki pesaing. Sega mencoba meluncurkan Sega Dreamcast untuk mematahkan
dominasi Sony, tetapi kembali gagal, akhirnya pada tahun itu juga, Sega
mengundurkan diri dari dunia produsen konsol.
2000, Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka
berhasil merilis konsol barunya, PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD.
Nintendo mencoba bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini
tidak menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil,
yaitu 8 cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat GameCube
kurang populer. Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2 adalah Xbox. Sebuah
konsol keluaran Microsoft ini menggebrak dengan tampilan visual yang sangat
tajam dan berkualitas yang kala itu lebih menarik dibanding dengan PlayStation
2. Sayangnya game-game Xbox ternyata tidak sepopuler PlayStation 2. Satu game
Xbox yang menjadi hit dan cukup fenomenal yaitu Halo. Karena game ini udah
memanfaatkan fasilitas ‘unggul’ dari Microsoft, yaitu Xbox Live.
g. Generasi Ketujuh
2005, Boleh dibilang, Xbox terlambat meluncur ke
pasaran dibanding PlayStation 2, dan support game-game tenar juga sangat minim.
Tetapi, Microsoft seolah belajar dari kesalahannya. Pada saat Sony masih
melakukan riset untuk konsol PlayStation 3 yang menggunakan Blu-Ray, Microsoft
kali ini telah mengambil seribu langkah lebih cepat. Xbox 360, konsol generasi
terkini yang memanfaatkan media HD-DVD.
2006, Xbox 360 hadir dengan segudang fitur istimewa,
mulai dari grafis, hingga titel-titel game terkenal. Di antaranya Best Game of
The Year s2006 versi beberapa situs game terkemuka, Gears of War. Apalagi, Xbox
Live semakin disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para gamer.
Kali ini, giliran Sony yang terlambat. PlayStation 3 dirilis pada November
2006, selang seminggu sebelum Nintendo meluncurkan terobosannya, yaitu Nintendo
Wii. Posisi PlayStation 3 kurang menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah
keburu tenar duluan, Wii juga menawarkan inovasi pada stik kontrol mereka yang
’motion sensitive’. Apalagi, harga konsol terbaru Sony itu merupakan yang
paling mahal dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3 menjadi
yang terendah di bawah Xbox 360 dan Wii.
Xbox 360, Wii, Playstation 3, dan kini sudah ada
Playstation 4 menjadi pesaing tetap dari generasi sebelumnya.
g. Generasi Mobile dan Online
Ini game generasi paling heboh karena banyak
permainan/game yang dikembangkan untuk keperluan mobile seperti Game Flash,
Game Versi Web, Game Versi Android dan dengan dukungan teknologi web maka
muncullah Game Versi HTML5 yang kian marak dikembangkan sejak tahun 2012.
3. Konsep Dasar Game
Ada 2 cara yang dapat digunakan dalam membuat game, yaitu :
1. Dengan membuat sendiri program yang akan digunakan untuk membuat game ( umumnya professional game developer yang menggunakan cara ini).
2. Dengan menggunakan program jadi yang tinggal kita gunakan. Untuk membuat program sendiri tidak akan kita bahas disini karena tujuan penulisan ini adalah untuk amateur game developer , tapi sekedar pengetahuan saja, untuk membuat program sendiri kita harus memahami bahasa pemrograman , dan untuk membuat program sendiri, kita dapat menggunakan “Visual Basic”, “C++”,dll.
Dalam membuat game hal-hal yang dibutuhkan adalah :
1. Software
2. Hardware
3. Brainwarenya
4. Menentukan spek gamenya, jadi game itu dibuat tujuannya apa, dan untuk usia berapa game itu dibuat.
5. Menentukan Alur, jadi jalan cerita gamenya seperti apa, lalu membuat karakternya, membuat rule dalam gamenya.
6. Mencari Bahan-bahan membuat game, seperti efek, musik, ataupun backsound dalam game.
7. Ide, ini adalah yang paling penting dalam pembuatan game.
8. Implementasi Program, setelah selesai mempersiapkan ditahap sebelumnya, mulailah mengkoding game yang ingin dibuat dan mendesain programnya.
9. Mencoba dan Perbaikan program, pasti dalam pembuatan game ada beberapa bug atau eror nah ditahap ini mulai diperbaiki bugnya dan coba di jalankan game tersebut.
Aplikasi untuk membuat game:
1. Adventure Maker Free EditionAdventure maker dapat membuat game secara point and click dan perangkat lunak multimedia dalam hitungan menit. Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk membuat game pada PC, tetapi juga dapat digunakan untuk membuat game untuk PSP, iPhone dan iPod. Aplikasi ini juga tidak perlu menggunakan script, tinggal mengimport gambar ke aplikasi dan menghubungkan gambar satu dengan yang lainnya.
2. 3D Game StudioAplikasi ini cocok digunakan untuk edukasi dan simulasi, mudah digunakan untuk membuat game 2D maupun 3D. Aplikasi ini agak sulit digunakan bila kita belum memahami dasar tentang 3D maupun pembuatan game.
3. Adventure Game Studio. Digunakan untuk membuat game petualangan dalam tampilan semi-3D atau grafis. Menggunakan penggabungan IDE untuk mengatur sebagian aspek permainan dengan pemrograman untuk memproses logika permainan.
4. Game Maker. Aplikasi ini bisa dikatakan aplikasi yang mudah digunakan. Aplikasi ini digunakan untuk membuat game di PC. Tidak diperlukan script, namun untuk membuat game yang lebih kompleks, tentu akan membutuhkan pemrograman, lebih di fokuskan untuk game jenis 2D.
5. Jump Craft Aplikasi ini memungkinkan kita membuat game dengan mengklik-tarik komponen game ke area pembuatan game. Cocok untuk pengguna awam. Ada juga fasilitas untuk pemrograman sedrhana bagi para pemula.
Berikut jenis-jenis game:
- RPG (Role Playing Game) Sebuah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama. Jenis game ini mengarahkan pada unsur pengembangan karakter. Keberhasilan dalam memainkan game ini ditentukan dari peraturan yang ditentukan dalam bermain.
- FPS (First Person Shooting) ciri utama dari FPS adalah penggunaan sudut pandang orang pertama yang dengan tampilan layar yang mensimulasikan apa yang dilihat melalui mata karakter yang dimainkan seolah-olah kita berada di belakang senjata.
- Third Person Shooter ga jauh beda sama FPS, game jenis ini bertemakan tembak – menembak, bedanya pada TPS sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga.
- Strategy Game jenis ini memerlukan keahlian berfikir dan memutuskan tindakan yang tepat untuk diambil agar tidak salah langkah. Game ini memberikan kendali kepada sekelompok pemain.Games Strategy dibagi 2:
· Real Time Strategy (RTS): Pemain dan lawan bergerak secara bersamaan dan pemain harus memutuskan setiap langkah yang diambil.
· Turn Based Strategy (TBS): Pengendalian character utama (pemain), berjalan secara bergiliran, disaat pemain mengumpulkan strategi, maka lawan akan menunggu, begitu sebaliknya.
Jenis-jenis Games yang lain :
Simulation Dibuat mirip dengan keseharian di kehidupan nyata yang memungkinkan pemain bereksperimen dengan genetika, kelangsungan hidup atau ekosistem.
Tycoon merupakan game dimana pemain berperan sebagai pengusaha yang menawarkan barang-barang yang dikembangkan agar laku dipasaran.
Racing Game ini mengendalikan sebuah kendaraan untuk memenangkan sebuah balapan.
Arcade game adalah genre game untuk kejar-mengejar point / highscore. Cirri-cirinya memiliki level.
Fighting Game adalah genre game pertarungan. Biasanya dimainkan 1 lawan 1 dalam ruang arena yang sempi
Sports Game yang mengusung tema olahraga.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar