Pages

Sabtu, 13 April 2013

Manusia dan Kebudayaan di indonesia

Manusia Dan Kebudayaan Indonesia
Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan YME. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Tuhan yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Dengan demikian, manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta, rasa kebapaan dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta. Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengan kebutuhannya,hal ini juga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperoleh benda-benda pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannya tersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telah Tuhan ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal dan pikiran yang telah Tuhan karuniakan kepadanya.

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan Indonesia sudah ada semenjak dulu yaitu sekitar 2000 tahun yang lalu ketika terjadi perpindahan bangsa primitif untuk mencari tempat tinggal. Bangsa primitif tersebut adalah bangsa Austronesia. Semenjak itu pula terbentuklah kebudayaan di Indonesia. Mereka berkembang biak dan memiliki keturunan sampai saat ini. Indonesia memiliki keadaan geografis yang bermacam-macam mulai dari pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah dan sebagainya. Indonesia juga memiliki berbagai pulau dan kepulauan sehingga tujuan perpindahan bangsa Austronesia tersebut juga bermacam-macam.

Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai

1) Penganut kebudayaan,
2) Pembawa kebudayaan,
3) Manipulator kebudayaan, dan
4) Pencipta kebudayaan.

Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan/seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi indah sentosa. Manusia dan keindahan/seni memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.

Sumber: Sutrisno, Slamet. 1983. Sedikit Tentang Strategi Kebudayaan Indonesia. Penerbit Liberty: Yogyakarta.




Ilmu Budaya Dasar


Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Mata kuliah IBD adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan tentangberbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Diharapkan mata kuliah ini dapat menjadi semacamlingua franca atau bahasa pemersatu bagi para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah. Dengan memiliki satu bekal yangsama diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancer berkomunikasi.

Kelancaran berkomunikasi ini selanjutnya akanmemperlancar proses pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangankeahlian.Dengan mendapat mata kuliah IBD mahasiswa diharapkan nenatinya memiliki latar belakang pengetahuan yangcukup luas tentang kebudaaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengandemikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif.

Salah satusifat penting mata kuliah ini ialah bahwa IBD bukan pelajaran sastra, bukan filsafat, bukan sesuatu disiplin ilmu yang berdirisendiri. Sesuai dengan namanya Ilmu Budaya Dasar, kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup kuat kepadamahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang terus mencarikebenaran, keindahan kebebasan, dalam berbagai bentuk, serta hubungannya dengan alam semesta, Tuhannya,masyarakatnya dan juga penemuan dirinya sendiri.

Pendeknya dalam mencari hidup yang dirasanya lebih bermakna. Initentu menyangkut sikap moral yang diharapkan memperlengkapi mahasiswa dengan pengalaman luas yang padu yangakan membimbingnya kearah pembentukan ukuran-ukuran, rasa dan nilai-nilai dengan tidak bergantung pada orang lain.



Jadi secara singkat daptlah dikatakan bahwa setelah mendapatkan mata kuliah ini mahasiswa diharapkanmemeprlihatkan :1.minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yangdikerjakannya dan mengapa.2.Kesadaran akan pola-pola nilai yagn dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnyasehari-hari3.Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secaraberdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri4.Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan penuhtanggungjawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dibenarkannya.Latar belakang diberikannya IBD selain melihat konteks budaya Indonesia juga sesuai dengan program pendidikandi Perguruan Tinggi dalam rangka menyempurkan pembentukan sarjana. Pendidikan tinggi diharapkan dapatmenghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas.

1.Kemampuan akademis
; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan,menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsionaluntuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya

2.Kemampuan professional
; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengankemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya



3. Kemampuan personal
; adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkanmemiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkankepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, sertamemiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.Dengan seperangkat kemampuan yang dimilikinya lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadai sarjana yang cakap,ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakatIndonesia dan umat manusia pada umumnya.Latar belakang diberikannya mata kuliah IBD dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitandengan permasalahan sebagai berikut :

1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaraman budaya yangtercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuandan kedaerahan.

2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung terus menerus menimbulkan dampat positi dan dampak negativeberupa terjadinya pergeseran nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya.Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.3.Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkankonfflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung terhadap kemajuan yang telah diciptakannya itu.Hal ini merupakan sikap ambivalen teknologi, yang disamping memberikan segi positf, juga memiliki segi negative

Studi Kasus

Sindo, sabtu 21 juli 2007Gunawan Dicokok di Senayan
(terlampir)
 Analisis Kasus:Penjahat kelas kakap, pantas disebut seperti itu, beritanya selalu menjadi
head line
diberbagai media di Indonesia. Berawal dari penggelapan uang, akhinya Gunawan terjeratberbagai kasus dari melarikan diri sampai pembunuhan hingga akhirnya divonis hukumanmati. Secara sederhana motif awal tindak kriminal ini adalah ketidakjujuran. Akibatkebohongan tersebut dia pun rela melakukan segala cara untuk menutupinya hingga harusmelakukan operasi plastik. Oleh karena itu, sejak awal Islam mengajarkan agar tidakmelakukan perbuatan tercela sekecil apapun karena ternyata bisa berdampak seperti kasus ini. Dari kasus ini pula banyak tanda-tanda bahwa penegakan hukum di negara ini sangatmudah untuk dibeli begitu juga dengan aparat keamanan yang bisa dimiliki oleh orangberduit.

Opini :


Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Mata kuliah IBD adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan tentangberbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Diharapkan mata kuliah ini dapat menjadi semacamlingua franca atau bahasa pemersatu bagi para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah. Dengan memiliki satu bekal yangsama diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancer berkomunikasi.

Kelancaran berkomunikasi ini selanjutnya akanmemperlancar proses pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangankeahlian.Dengan mendapat mata kuliah IBD mahasiswa diharapkan nenatinya memiliki latar belakang pengetahuan yangcukup luas tentang kebudaaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengandemikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif.

Salah satusifat penting mata kuliah ini ialah bahwa IBD bukan pelajaran sastra, bukan filsafat, bukan sesuatu disiplin ilmu yang berdirisendiri. Sesuai dengan namanya Ilmu Budaya Dasar, kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup kuat kepadamahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang terus mencarikebenaran, keindahan kebebasan, dalam berbagai bentuk, serta hubungannya dengan alam semesta, Tuhannya,masyarakatnya dan juga penemuan dirinya sendiri.

Pendeknya dalam mencari hidup yang dirasanya lebih bermakna. Initentu menyangkut sikap moral yang diharapkan memperlengkapi mahasiswa dengan pengalaman luas yang padu yangakan membimbingnya kearah pembentukan ukuran-ukuran, rasa dan nilai-nilai dengan tidak bergantung pada orang lain.



Jadi secara singkat daptlah dikatakan bahwa setelah mendapatkan mata kuliah ini mahasiswa diharapkanmemeprlihatkan :1.minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yangdikerjakannya dan mengapa.2.Kesadaran akan pola-pola nilai yagn dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnyasehari-hari3.Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secaraberdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri4.Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan penuhtanggungjawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dibenarkannya.Latar belakang diberikannya IBD selain melihat konteks budaya Indonesia juga sesuai dengan program pendidikandi Perguruan Tinggi dalam rangka menyempurkan pembentukan sarjana. Pendidikan tinggi diharapkan dapatmenghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas.

1.Kemampuan akademis
; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan,menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsionaluntuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya

2.Kemampuan professional
; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengankemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya



3. Kemampuan personal
; adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkanmemiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkankepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, sertamemiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.Dengan seperangkat kemampuan yang dimilikinya lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadai sarjana yang cakap,ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakatIndonesia dan umat manusia pada umumnya.Latar belakang diberikannya mata kuliah IBD dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitandengan permasalahan sebagai berikut :

1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaraman budaya yangtercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuandan kedaerahan.

2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung terus menerus menimbulkan dampat positi dan dampak negativeberupa terjadinya pergeseran nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya.Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.3.Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkankonfflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung terhadap kemajuan yang telah diciptakannya itu.Hal ini merupakan sikap ambivalen teknologi, yang disamping memberikan segi positf, juga memiliki segi negative

Studi Kasus

Sindo, sabtu 21 juli 2007Gunawan Dicokok di Senayan
(terlampir)
 Analisis Kasus:Penjahat kelas kakap, pantas disebut seperti itu, beritanya selalu menjadi
head line
diberbagai media di Indonesia. Berawal dari penggelapan uang, akhinya Gunawan terjeratberbagai kasus dari melarikan diri sampai pembunuhan hingga akhirnya divonis hukumanmati. Secara sederhana motif awal tindak kriminal ini adalah ketidakjujuran. Akibatkebohongan tersebut dia pun rela melakukan segala cara untuk menutupinya hingga harusmelakukan operasi plastik. Oleh karena itu, sejak awal Islam mengajarkan agar tidakmelakukan perbuatan tercela sekecil apapun karena ternyata bisa berdampak seperti kasus ini. Dari kasus ini pula banyak tanda-tanda bahwa penegakan hukum di negara ini sangatmudah untuk dibeli begitu juga dengan aparat keamanan yang bisa dimiliki oleh orangberduit.

Opini :
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.


 

Blogger news

Blogger Widget Get This Widget

Blogroll

"
Banner Link Gunadarma
"