Keamanan
Internet
Akhir-akhir
ini kita banyak mendengar masalah keamanan yang berhubungan dengan dunia
internet. Di Indonesia sendiri beberapa orang telah ditangkap karena
menggunakan kartu kredit curian untuk membeli barang melalui internet.
Akibat dari berbagai kegiatan ini diduga kartu kredit dari Indonesia
sulit digunakan di internet (atau malah di toko biasa di luar negeri). Demikian
pula pembeli dari Indonesia akan dicurigai dan tidak dipercaya oleh penjual
yang ada di internet.

ada
era global seperti sekarang ini, keamanan sistem informasi berbasis Internet
menjadi suatu keharusan untuk lebih diperhatikan, karena jaringan internet yang
sifatnya publik dan global pada dasarnya tidak aman. Pada saat data terkirim
dari suatu komputer ke komputer yang lain di dalam Internet, data itu akan
melewati sejumlah komputer yang lain yang berarti akan memberi kesempatan pada
user tersebut untuk mengambil alih satu atau beberapa komputer. Kecuali suatu
komputer terkunci di dalam suatu ruangan yang mempunyai akses terbatas dan
komputer tersebut tidak terhubung ke luar dari ruangan itu, maka komputer
tersebut akan aman. Pembobolan sistem keamanan di Internet terjadi hampir tiap
hari di seluruh dunia.
Kejahatan
cyber atau lebih dikenal dengan cyber crime adalah suatu bentuk kejahatan
virtual dengan memanfaatkan media komputer yang terhubung ke internet, dan
mengekploitasi komputer lain yang terhubung juga pada internet. Adanya lubang-lubang keamanan
pada system operasi menyebabkan kelemahan dan terbukanya lubang yang
dapat digunakan para hacker, crackerdan script kiddies untuk
menyusup ke dalam computer tersebut. Kejahatan yang terjadi dapat berupa:
Pencurian
terhadap data
Akses
terhadap jaringan internal
Perubahan
terhadap data-data penting
Pencurian
informasi dan berujung pada penjualan informasi .
Ancaman
Dalam Internet
Secara
umum hubungan antara pengguna Internet sebuah website (Web Server) dapat
dilihat pada gambar di bawah ini :
Pengguna
terhubung ke Internet melalui layanan Internet Service Provider (ISP), baik
dengan menggunakan modem, DSL, cable modem, wireless, maupun dengan menggunakan
leased line. ISP ini kemudian terhubung ke Internet melalui network provider
(atau upstream). Di sisi Web Server, terjadi hal yang serupa. Server Internet
terhubung ke Internet melalui ISP atau network provider
lainnya. Gambar tersebut juga menunjukkan beberapa potensi lubang keamanan
(security hole).
Di
sisi pengguna, komputer milik pengguna dapat disusupi virus dan trojan horse
sehingga data-data yang berada di komputer pengguna (seperti nomor PIN, nomor
kartu kredit, dan kunci rahasia lainnya) dapat disadap, diubah, dihapus, dan
dipalsukan. Jalur antara pengguna dan ISP dapat juga di sadap. Sebagai
contoh, seorang pengguna yang menggunakan komputer di lingkungan umum (public
facilities) seperti di Warung Internet (warnet) dapat disadap informasinya oleh
sesame pengguna warnet tersebut (atau pemilik warnet yang tidak bertanggung
jawab) ketika dia mengetikkan data-data rahasia melalui web.
Di
sisi ISP, informasi dapat juga disadap dan dipalsukan. Sebagai contoh bila
sistem keamanan dari sang ISP ternyata rentan, dan dia kebobolan, maka mungkin
saja seorang cracker memasang program penyadap (sniffer) yang menyadap atau mengambil
informasi tentang pelanggan ISP tersebut.
Di
sisi penyedia jasa, dalam hal Web Server yang menyediakan layanan Internet.ada
juga potensi lubang keamanan. Berbagai kasus tentang keamanan dan institusi
finansial sudah dilaporkan. Misalnya, ada kasus di Amerika serikat dimana
seorang cracker berhasil masuk ke sebuah institusi finansial dan mengambil
data-data nasabah dari berbagai bank yang berada dalam naungan institusi
finansial tersebut. Di Indonesia sendiri ada “kasus” domain “plesetan”
klikbca.com yang sempat membuat heboh.
II. Pelaku
Kejahatan Internet
Tipe
– tipe dari para pelaku kejahatan di dunia maya umumnya tipe mereka diambil
dari cara kerja dan tujuan mereka dalam melakukan tindakan perilaku yang
menyimpang. Namun dalam perkembangannya, pengertian hacker ini menjurus ke arah
yang lebih negatif. Karenanya , istilah pun bertambah untuk membedakan
yang satu dengan yang lainyakni ada cracker , phreaker , dan carder.
Cracker
Merupakan
seseorang yang masuk secara illegal ke dalam system komputer. Istilahnya
cracker ini merupakan para hacker yang menggambarkan kegiatan yang
merusak dan bukan hacker pada pengertian sesungguhnya. Hacker danCracker mempunyai
proses yang sama tapi motivasi dan tujuan yang berbeda.Cracker adalah
hacker yang merusak , oleh sebab itu istilah hacker menjadi buruk di
masyarakat bahkan sekarang ada dinamakan white hacker dan blackhacker.
Phreaker
Ditinjau
dari tujuannya, phreaker merupakan seseorang yang melakukantindakan
kejahatan terhadap jaringan telepon misalnya menyadap jaringan telepon
seseorang atau badan pemerintahan dan menelpon interlokal gratis. Pada
tahun 1971, seorang veteran perang Vietnam bernama John Drapermenemukan
cara menelpon jarak jauh , tanpa mengeluarkan biaya. Triknya adalah dengan
menggunakan sebuah peluit, yang menghasilkan suara kurang lebih 2600 mhz saat
menelpon. Dari sinilah istilah phreaker mulai dikenal.
Carder
Merupakan
kelompok orang yang melakukan tindakan kejahatan dengan melakukan manipulasi
nomor kartu kredit orang lain dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.
Sejarah yang paling fenomenal adalah seorangcarder yang bernama Kevin
Mitnick melakukan manipulasi kartu kredit sebanyak 2000 nomor kartu
kredit. Berbagai virus dan tindakan para carder untuk menyerang semakin ganas.
Tidak kurang situs – situs besar yang mempunyai tingkat keamanan yang
tinggi berhasil dijebol seperti situs berita internasional CNN.com, Yahoo.com,
Astaga.com, bahkan situs pemerintahan Amerika seperti situs gedung putih , FBI,
dan Microsoft pun terkena serangan pula.
III. Sekuriti
Internet
3.1 Alasan
Ketidakamanan Internet
Dari
uraian di paragraf-paragraf sebelumnya, kita tahu bahwa sebenarnya internet
belumlah benar-benar aman. Beberapa alasan utama ketidakamanan internet adalah
sebagai berikut:
Internet
adalah wilayah bebas tak bertuan, tak ada pemerintahan dan hukum yang
mengaturnya. Manajemen dan perlindungan keamanan masing-masing jaringan
diserahkan sepenuhnya kepada penanggungjawab jaringan (administrator jaringan
internet). Dan pada kenyataannya, tidak semua administrator jaringan, mengerti
dengan baik tentang keamanan internet.
Masih
banyaknya ‘hole’ (lubang) di sistem komputer dan jaringan yang dapat
dimanfaatkan oleh cracker demi keuntungan/kepuasan nafsu pribadinya.
Akses
user dari kamar (tempat terpencil) dan lemahnya pengawasan dari orang lain,
sehingga nafsu pribadilah yang akan menguasai si user;
Kurangnya
kesadaran adanya ‘hole’ kejahatan di internet oleh kebanyakan user;
Belum
adanya standar keamanan manajemen jaringan internet.
3.2 Aspek
Keamanan Komputer dalam Internet
Saat
kita menggunakan komputer dengan koneksi internet untuk keperluan penting yang
membutuhkan privasi dan integritas tinggi, baik yang bersangkutan dengan
transaksi maupun tukar menukar data yang sifatnya privat, maka harus
diperhatikan beberapa syarat keamanan Internet di bawah ini.
Privacy
/ Confidentiality
Sistem
harus memastikan bahwa informasi dikomunikasikan dan disimpan secara aman dan
hanya dapat diakses oleh mereka yang berhak saja. Data- data pribadi yang
bersifat pribadi harus dapat terjaga dan dapat di pastikan terproteksi dengan
baik. Contoh kasus seperti usaha penyadapan (dengan program sniffer).
Usaha‐usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan
confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi .
Integrity
Sistem
harus memastikan bahwa informasi dikirimkan secara menyeluruh, lengkap dan
dalam keadaan tidak berubah. Informasi yang dikirim tidak bisa diubah tanpa
seijin pemiliknya.Contoh serangan adanya virus, trojan horse, atau pemakai
lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana
seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang
lain.
Availability
Sistem
yang bertugas mengirimkan, menyimpan dan memproses informasi dapat digunakan
ketika dibutuhkan oleh mereka yang membutuhkannya. Contoh hambatan “denial
of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya
palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak
dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.
Authenticity
Sistem
harus memastikan bahwa pihak, obyek, dan informasi yang berkomunikasi adalah
riil dan bukan palsu. Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat
dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga “intellectual
property”, yaitu dengan meni dokumen atau hasil karya dengan “t tangan” pembuat
) dan digital signature.
Access
Control
Sistem
harus dapat melakukan kontrol akses. Merupakan cara pengaturan akses
kepada informasi. berhubungan dengan masalah authentication dan juga
privacy menggunakan kombinasi userid/password atau dengan
NonRepudiation
Sistem
harus memastikan bahwa pihak yang melakukan transaksi tidak dapat menolak,
menyangkal transaksi yang telah dilakukannya.
3.3 Security
Attack Models
Menurut
W. Stallings [William Stallings, “Network and Internetwork Security,”
Prentice Hall, 1995.] serangan (attack) terdiri dari :
Interruption
Perangkat
sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Serangan ditujukan kepada
ketersediaan (availability) dari sistem. Contoh serangan adalah “denial of
service attack”.
Interception
Pihak
yang tidak berwenang berhasil mengakses asset atau informasi. Contoh dari
serangan ini adalah penyadapan (wiretapping).
Modification
Pihak
yang tidak berwenang tidak saja berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga
mengubah (tamper) aset. Contoh dari serangan ini antara lain adalah mengubah
isi dari web site dengan pesan‐pesan yang merugikan pemilik web site.
Fabrication
Pihak
yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contoh dari
serangan jenis ini adalah memasukkan pesan‐pesan palsu seperti e‐mail palsu ke
dalam jaringan komputer.
4
.Sumber lubang keamanan
Lubang
keamanan (security hole) dapat terjadi karena beberapa hal; salah disain (design
flaw), salah implementasi, salah konfigurasi, dan salah penggunaan.
1) Salah
Disain
Lubang
keamanan yang ditimbulkan oleh salah disain umumnya jarang terjadi. Akan tetapi
apabila terjadi sangat sulit untuk diperbaiki. Akibat disain yang salah, maka
biarpun dia diimplementasikan dengan baik, kelemahan dari sistem akan tetap
ada.
2) Implementasi
kurang baik
Lubang
keamanan yang disebabkan oleh kesalahan implementasi sering terjadi. Banyak
program yang diimplementasikan secara terburu-buru sehingga kurang cermat dalam
pengkodean. Akibatnya cek atau testing yang harus dilakukan menjadi tidak
dilakukan. Lubang keamanan yang terjadi karena masalah ini sudah sangat banyak,
dan yang mengherankan terus.terjadi, seolah-olah para programmer tidak belajar
dari pengalaman.
3) Salah
konfigurasi
Meskipun
program sudah diimplementasikan dengan baik, masih dapat terjadi lubang
keamanan karena salah konfigurasi. Contoh masalah yang disebabkan oleh salah
konfigurasi adalah berkas yang semestinya tidak dapat diubah oleh pemakai
secara tidak sengaja menjadi “writeable”. Apabila berkas tersebut merupakan
berkas yang penting, seperti berkas yang digunakan untuk menyimpan password,
maka efeknya menjadi lubang keamanan.
4) Salah
menggunakan program atau sistem
Salah
penggunaan program dapat juga mengakibatkan terjadinya lubang keamanan.
Kesalahan menggunakan program yang dijalankan dengan menggunakan account root
(super user) dapat berakibat fatal. Sering terjadi cerita horor dari sistem
administrator baru yang teledor dalam menjalankan perintah “rm -rf” di sistem
UNIX (yang menghapus berkas atau direktori beserta sub direktori di dalamnya).
Akibatnya seluruh berkas di system menjadi hilang mengakibatkan Denial of
Service (DoS). Apabila system yang digunakan ini digunakan bersama-sama,
maka akibatnya dapat lebih fatal lagi. Untuk itu perlu berhati-hati dalam
menjalan program, terutama apabila dilakukan dengan menggunakan account
administrator seperti root tersebut.
IV. Contoh-contoh
Kejahatan di Internet dan Cara Penanggulangannya
1. Bom
Mail
Pengiriman
bom mail ke sebuah e-mail address, biasanya dimulai oleh sentimen pribadi si
pemilik e-mail address (target) dengan cracker. Cracker mengirimkan e-mail
sebanyak-banyaknya ke komputer target, sehingga sistem di komputer target down (hang-up)
karena kepenuhan e-mail.
Cara
penanggulangannya:
a)
Konsultasi dengan ISP (Internet Service Provider)
b)
Protes ke pengirim & ISP pengirim
c)
Menaruh filtering software di mail server, untuk mencegah pengiriman
e-mail oleh cracker yang sudah teridentifikasi.
2. Batu
Loncatan Penyerangan
Sistem
komputer dengan pengamanan lemah, tak jarang digunakan oleh cracker sebagai
batu loncatan untuk menyerang target (komputer) lain, dengan maksud untuk lebih
mengaburkan jejak si cracker .
Untuk
itu, setiap penanggung jawab sistim komputer, sebenarnya tidak hanya
bertanggung jawab terhadap sistimnya sendiri, tapi juga bertanggung jawab
terhadap jaringan lain, baik yang terdekat maupun jaringan yang relatif jauh
dari jaringan Internet wilayahnya. Sebagai langkah preventif, penerapan sistim
deteksi penerobosan merupakan suatu hal yang sangat disarankan.
3. Pemalsuan
ID
Seorang
cracker hampir dapat dipastikan tidak akan pernah memakai ID (identifitas) asli
yang dimilikinya. Cracker akan berusaha menggunakan ID milik orang lain, atau
membuat ID palsu dalam setiap gerakannya. Untuk mendapatkan ID orang lain,
cracker dapat mencari lewat penye-“trap”-an data-data yang lewat jaringan, dan
menganalisanya.
Penanggulangannya
adalah dengan penggunaan server yang didukung oleh costumer service dari
pembuat program adalah suatu hal yang mutlak diperlukan oleh situs internet,
terutama yang mempunyai tingkat kepopuleran yang tinggi. Sehingga setiap
kelemahan yang ditemukan dari suatu sistim bisa segera didapatkan
penanggulangannya. Selain itu, perlu juga dipertimbangkan pemilihan server dari
pembuat program yang lebih mengutamakan kestabilan sistem daripada kelebihan
fungsi-fungsi di level aplikasi. Penggunaan sistim otentikasi yang baik seperti
otentikasi dengan menggunakan kartu pintar (smart card), sidik jari dan lain-lain,
merupakan salah satu jalan keluar dari masalah ini.
4. Pencurian
File Password atau data Customer
Salah
satu cara untuk mendapatkan ID milik orang lain, tak jarang seorang cracker
berusaha mencuri file password dari suatu sistem, kemudian menganalisanya.
Lebih dari itu, cracker secara pribadi ataupun bersindikat, berusaha mencuri
data rahasia suatu perusahaan untuk dijual ke perusahaan lawan.
Untuk
penanggulangan pencurian file password adalah dengan melakukan pencegahan
penggunaan password yang mudah ditebak, sehingga biarpun file dicuri, tidak
terlalu bermanfaat. Cara lainnya adalah dengan menggunakan sistim shadowing pada
sistim password di sistim Unix, atau untuk sistim WindowNT, Microsoft
menerapkan sistim enkripsi (penyandian). Biasanya, sistim server yang
menangani jasa web ini tidak menggunakan pendekatan keamanan dalam
pengoperasiannya. Padahal, walaupun suatu sistim dikatakan kuat oleh
pembuatnya,kalau tidak didukung dengan security policy (peraturan
/kebijaksanaan internal keamanan) dan pengoperasian yang baik, tidak akan bisa
menghasilkan sistim yang kuat. Selain itu, hubungan dengan pihak pembuat
program merupakan salah satu hal yang diperlukan dalam membangun sistim yang
tahan serangan. Untuk pengamanan data yang melewati jaringan terbuka seperti
Internet, tidak ada jalan lain selain penggunaan enkripsi sehingga data yang
lewat tidak bisa dimanfaatkan orang yang tidak berhak ataupun oleh cracker.
5. Penggantian
isi Homepage (Deface)
Masalah
ini pun sering kali menimpa beberapa site di Indonesia. Contohnya oleh cracker
portugis (dalam masalah Timor Timur) dan Cina (tentang kerusuhan Mei 1998 yang
banyak menewaskan orang-orang Cina di Indonesia). Bahkan, di Jepang pun HP
Science Technology Agency di-crack lewat penggantian halaman depan HP. Di AS,
seorang cracker pernah berhasil mendapatkan ratusan ribu data kartu kredit dari
hasil analisa program yang ditanamkan di server ISP-nya.
Untuk
menangani masalah ini biasanya seorang admin web harus bekerja keras
untuk bisa mengembalikan halaman websitenya kembali seperti semula. Alangkah
baiknya jika seorang admin web selalu mengikuti perkembangan berita-berita yang
berkaitan dengan celah-celah keamanan aplikasi yang digunakan pada web
tersebut. Dengan mengikuti berita tersebut maka seorang admin web dapat selalu
mengupdate aplikasi yang di gunakan pada web nya sehingga terhindar dari
deface. Selain itu admin web juga harus sering-sering mem back up data web
sitenya terutama database, hal ini perlu dilakukan untuk langkah awal jika
admin web tersebut sudah kecolongan maka dia dengan segera dapat mengembalikan
websitenya kembali seperti semula.
6. Program
Jebakan
Trojan
Horse (kuda troya) sudah dikenal sebagai salah satu teknik cracker yang
sangat ampuh dan sering digunakan dalam kejahatan-kejahatan di Internet.
Cracker memberikan program gratis, yang feature-nya bagus (banyak
fungsi-fungsi program yang bermanfaat) dan penggunaanya mudah dan enak (user
friendly), tetapi di dalam program tersebut, sebenarnya si cracker ‘menanamkan’
program lain yang tidak terlihat oleh user. Misalnya program untuk pencurian ID
dan password, pencurian file-file tertentu dan lain-lain.
Cara
penanggulangannya yang paling utama adalah dengan memasang Fire Wall dan
Ativirus yang selalu di up date. Selain itu juga dengan mengupdate Sistem
Operasi yang digunakan untuk menutup hole atau lubang keamanan pada Sistem
Operasinya.
7. Shutdown
Service
Seorang
cracker terkadang berusaha meng-hang-up suatu sistem, dengan tujuan agar
sistem target tidak dapat melayani service dari semua user. Kejadian ini pernah
menimpa Microsoft, yang mana akses ke homepage-nya oleh semua user ditolak,
karena komputer server dibuat ‘sibuk’ sendiri oleh si cracker.
Biasanya
penyebab masalah ini adalah terletak pada program server yang menangani suatu
jasa/service tertentu. Yang paling sering terjadi adalah desain program server
yang tidak memikirkan/ mempertimbangkan masalah keamanan jaringan, sehingga
penggunaan buffer (tempat penampungan sementara di memori/hard disk)
tidak terkontrol dan mengakibatkan server tidak bisa menangani permintaan jasa
dari pengguna yang sebenarnya. Untuk menanggulangi masalah ini, penanggung
jawab sistim sebaiknya selalu melakukan pengecekan terhadap program yang
dipakainya dengan melakukan pencocokan jejak (log) kriptografi dari programnya
dengan jejak yang disediakan oleh pembuat program.
V. Cara
Aman Berselancar di Dunia Maya
Banyak
penjahat di dunia internet ini, dan mereka selalu berusaha mencari kelengahan
kita sewaktu sedang surfing di internet, apalagi pada saat ini bisnis di dunia
internet sangat menjanjikan. Oleh karena itu ke hati-hatian sangat diutamakan
jangan sampai para penyusup masuk ke system dan mengobrak-abriknya.
Berikut
ini ada beberapa tips agar terhindar dari tangan tangan jahil di dunia maya.
Gunakan
Favorites atau Bookmarks
Pengguanaan
Favorites atau Bookmarks ini dimaksudkan untuk menjamin website yang dimasuki
adalah benar-benar website bisnis internet yang telah diikuti, sebab banyak
upaya pencurian username dan password dengan cara membuat website palsu yang
sama persis dengan aslinya, dengan URL yang mirip dengan aslinya. Jika dalam
melakukan aktifitas menemukan kejanggalan yaitu tampilan halaman yang
berubah dan koneksi terputus lalu muncul halaman yang meminta memasukkan
username dan password,
Gunakan
Antivirus
Pastikan
pada komputer sudah terinstal Antivirus, gunakan Antirus profesional seperti
Norton Antivirus, McAfee Antivirus, Kaspersky, F-Secure dan antivirus buatan
vendor yang sudah berlisensi. Penggunaan antivirus akan sangat membantu untuk
mengantisipasi masuknya virus ke PC. Update antivirus juga sangat bermanfaat
untuk menangani jika terdapat virus baru yang beredar.
Gunakan
anti Spyware dan anti Adware
Selain
Virus ada yang harus diwaspadai yaitu Spyware dan Adware, Spyware adalah sebuah
program kecil yang masuk ke komputer kita dengan tujuan memata-matai kegiatan
berinternet kita dan mencuri semua data penting termasuk username dan password,
Adware juga begitu tetapi lebih pada tujuan promosi yang akan memunculkan
jendela/pop-up di komputer kita ketika sedang browsing, biasanya berupa iklan
website porno.
Gunakan
Firewall
Untuk
lebih mengoptimalkan pertahanan komputer maka gunakanlah firewall, untuk
Windows XP dan Vista bisa menggunakan firewall standar yang ada, saat ini
ada beberapa firewall yang cukup mumpuni untuk mencegah para penyusup, seperti
Comodo Firewal, Zone Alarm, ataupun mengaktifkan Fireall bawaan Windows.
Gunakan
Internet Browser yang lebih baik
Daripada
menggunakan Internet Explorer bawaan WIndows, lebih baik menggunakan Browser
alternatif yang lebih aman dan mempunyai proteksi terhadap hacker yang lebih
canggih.Saat ini beberapa penyedia browser yang selalu bersaing memberikan yang
terbaik bagi user, seperti Mozila Firefox, Opera, Google Chrome dan lain-lain.
Hilangkan
Jejak
Windows
dan browser biasanya akan menyimpan file-file cookies, history atau catatan
aktivitas user ketika berinternet, ini merupakan sumber informasi bagi para
hacker untuk mengetahui kegiatan user dan juga mencuri username dan password
yang telah digunakan dalam berinternet, selain itu hacker juga biasa mengikut
sertakan file-file pencuri data mereka di folder-folder yang menyimpan cookies
dan history ini di komputer .(Cookies = file yang masuk ke komputer ketika kita
mengunjungi sebuah website.
History
= Daftar kegiatan kita ketika berinternet yang disimpan oleh browser yang kita
gunakan). Selalu hapus semua jejak berinternet agar para hacker tidak bisa
menyusup ke komputer.
Ganti
password sesering mungkin
Yang
paling penting adalah mengganti password yang digunakan sesering mungkin,
sebab secanggih apapun para hacker dapat mencuri username dan password tidak
akan berguna. jika password sudah berubah ketika para hacker itu berusaha masuk
ke website bisnis internet yang diikuti
Buat
password yang sukar ditebak
Jangat
buat password yang berisikan tanggal lahir, nama keluarga, nama biatang
peliharaan , atau menggunakan kalimat pendek dan umum digunakan sehari-hari.
Buatlah password sepanjang mungkin semaksimal mungkin yang diperbolehkan, buat
kombinasi antara huruf besar dan huruf kecil dan gunakan karakter spesial
seperti ? > ) / & % $, dan yang paling penting jangan simpan catatan
password di komputer dalam bentuk file, buatlah catatan pada selembar
kertas dan taruh di tempat yang aman di sisi komputer , buatlah seolah-olah itu
bukan catatan password, jangan simpan di dompet, jika dompet hilang
maka akan kesulitan nantinya.
Jangan
terkecoh e-mail palsu
Jika
mendapatkankan email yang seakan-akan dari pengelola website bisnis internet
atau e-gold yang ikuti dan meminta untuk mengirimkan username dan
password , jangan hiraukan dan segera hapus email tersebut, jangan klik link
apapun yang ada dan jangan buka attachment yang disertakan, pihak pengelola
bisnis internet dan e-gold tidak pernah mengirim email semacam itu.


Gambar
diatas merupakan beberapa referensi antivirus yang dapat digunakan.
sekian
tentang keamanan jaringan internet dari saya, terima kasih.
Referensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar